Kenapa Miyabi (Maria Ozawa) Dilarang Main Film Di Indonesia

slideSebuah Pertanyaan Dan Jawaban

1. Kenapa Miyabi dilarang main film di Indonesia?
Jawaban: Karena Miyabi beda dengan Miami (Ice Cream). Kalau Miami sudah jelas enak dan lezat bagi semua kalangan. Tetapi kalau Miyabi itu enak dan lezat bagi para pemikir mesum dan pornois. Karena Indonesia ini bukan negara berotak porno dan mesum maka pemain atau bintang film porno dilarang bermain film di Indonesia.

2. Miyabi tidak bermain film porno di Indonesia, kenapa harus dilarang?
Jawaban: Miyabi memang tidak bermain film porno di Indonesia, tetapi si pembuat film dan aktor-aktornya itu berotak mesum bin porno. Karena mana mungkin kalau mereka tidak berotak mesum bin porno mau datangkan Miyabi ke Indonesia untuk “diculik”?

3. Tidak ada adegan porno dalam film “Menculik Miyabi”, kenapa masih dilarang?
Jawaban: Memang tidak ada adegan porno dalam menculik Miyabi, tetapi sudah sangat jelas dalam film itu digambarkan bahwa Miyabi itu artis porno yang datang di Indonesia, lalu diculik. Nah ini jelas sekali film ini berisi skenario berotak mesum, lalu apakah kita harus menyetujui orang-orang yang berotak mesum melancarkan aksinya untuk menculik bintang Porno?

4. Lalu apakah Miyabi tidak boleh datang ke Indonesia?
Jawaban: Boleh, asal dia tidak bermain film. Dan tidak menggembar-gemborkan akan datang ke Indonesia. Kan semua tahu, bahwa kebanyakan orang Indonesia itu penggembar film Porno, takut-takutnya diculik beneran tuh!

5. Semua sudah tahu siapa sosok Miyabi di Internet, lalu kenapa kita harus menutup-nutupi?
Jawaban: Tidak banyak yang tahu siapa sosok Miyabi, kecuali hanya beberapa saja. Tanya saja engkong loe siapa miyabi itu. Pasti nggak tahu, nah kalau engkong loe tahu. Jangan-jangan engkong loe pernah nonton VCD/DVD yang loe simpen :D

6. Di Indonesia sudah banyak sekali film porno yang bertebaran, lalu kenapa masih harus melarang Miyabi?
Jawaban: Benar, Indonesia memiliki peringkat ke-4 dalam peminat film porno di dunia. Nah, jangan bangga dengan ranking itu. Sebejad-bejadnya loe, yang penting keluarga loe harus dijaga agar nggak sebejad eloe! Jadi, jaga ade dan kakak perempuan loe agar terhindar dari cowok-cowok mesum bin porno macem loe. :D

7. Lalu apakah kita harus demo besar-besaran guna nolak Miyabi?
Jawaban: Nggak perlu besar-besaran, yang terpenting nggak ngerusak-rusakin fasilitas demonya nggak apa-apa. Yang seharusnya dilakukan adalah mengadu pada DPRD I/II dan Walikota/Gubernur tempat dimana syuting itu dilaksanakan, meminta untuk tidak menyetujui lokasi syutingnya.

8. Kalau Filmnya tetap syuting, lalu gimana?
Jawaban: Yah tidak gimana-gimana, yang terpenting kalau kita sudah mengadu kepada Dewan Perwakilan Rakyat dan Walikota/Gubernur-nya. Kita jadi tahu mana Dewan yang setuju menolak dan yang setuju mendukung film tersebut.

9. Kalau kita sudah tahu, siapa yang mendukung dan siapa yang menolak. Lalu bagaimana?
Jawaban: Yah tidak gimana-gimana lagi, minimal dengan begitu kita tahu track record dewan dan Gubernur/walikota mendukung atau tidak dalam masalah kemaksiatan.

10. Lalu kalau film tetap tayang dan DPR/D serta Gubernur/Walikota banyak yang mendukung bagiamana?
Jawaban: Yah yang terpenting kita nggak perlu lihat filmnya, toh kita semua tahu filmnya sebatas otak-otak mesum yang ingin menculik bintang porno. Coba bayangkan, kalau kita lagi nonton film itu lalu terjadi gempa besar! Wah, berabe bro! Malaikat tinggal nyemplungin kita ke neraka dengan angka skor 3 point. Hehehe. Kalau DPR/D dan Gubernur/Walikotanya semua mendukung film tersebut, berarti loe cepat-cepat keluar dari daerah loe, sebelum di adzab oleh Allah.

Ok, hanya ini yang bisa gue jawab. Terserah loe mau nambahin atau mau ngurangin. Yang terpenting loe ingat, malaikat selalu berada disisi kanan dan kiri. Mereka selalu mengawasi kita dalam kebaikan dan keburukan. Alangkah lebih baik ketika kebaikan yang kita lakukan daripada keburukan. Sorry bro, nggak bermaksud ngaji pengajian loe-loe pade. Cuman ngasih pertimbangan aja kok. Ok, Tararengkyu.

Sumber : http://suara01.wordpress.com

Comments are closed.

%d bloggers like this: